Selasa, 07 Agustus 2012

Sejarah kongkrit lahirnya paham Neo Khawarij atau Wahabi atau Salafi (Part I)


By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
Pentashih : Ibnu Abdillah Al-Katibiy
Editor : Abu Muhammad Lc

Tulisan ini kami persembahkan untuk semua saudara kami sesama Ahlus sunnah waljama’ah. Demikian pula untuk semua saudara yang terjangkiti virus wahabisme / salafisme.

Kami berusaha menampilkan sejarah asli yang historis dan akurat karena refrensinya bersumber dari kitab-kitab sejarah ulama wahabi sendiri yang hidup dan menyaksikan segala persitiwa yang terjadi di masa pencetus paham takfiri dan tabdi’I tsb dan kitab-kitab para ulama yang juga menjadi saksi sejarah tsb dan kami sertakan scan kitabnya masing-masing. Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mengurai benang merah dari inti sejarah yang dimanipulasi oleh para pengikut paham takfiri tersebut.



Semoga menjadi amal yang bermanfaat..

Bismillahi walhamdulillah, wash sholatu was salaamu 'ala Rasulillah, Ammaa ba'du :

Berdiri dan berkembangnya paham wahabi atau sekte muwahhidun adalah dengan jalan peperangan, pembunuhan, penjarahan dan perampasan kepada kaum muslimin yang menolak ajaran mereka sebagaimana yang dilakukan oleh imam Mereka Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad Sa’ud.

Terjadinya pembantaian kaum muslimin yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab dan bala tentaranya di beberapa daerah Arab disebabkan Muhammad bin Abdul Wahhab melihat amaliah mayoritas kaum muslimin saat itu telah menyimpang dari tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab, seperti mendatangi kubur orang-orang shalih dan bertawassul dengan mereka, menurut pandangan Muhammad bin Abdul Wahhab perbuatan itu adalah melanggar tauhid rububiyyah karena kaum muslimin saat itu hanya meyakini Tauhid uluhiyyahnya saja.

Sehingga Muhammad bin Abdul wahhab perlu meluruskan hal semacam itu, maka mulailah ia berdakwah pada kaum muslimin dan menulis surat pada para tokoh, penguasa dan ulama saat itu untuk kembali pada Tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan ternyata mayoritas kaum muslimin khususnya para ulamanya menolak ajakan Muhamammad bin Abdul Wahhab, maka ia marah dan memerintahkan pada pengikutnya dengan dibantu Raja Muhamamd Saud untuk berjihad memerangi kaum muslimin yang menolak ajakan dan ajarannya. Baginya mereka adalah orang-orang murtad yang harus diperangi dan dibunuhi.

Maka terjadilah peperangan dan pembunuhan yang dilakukan Muhamamd bin Abdul Wahhab dengan bala tentaranya kepada kaum muslimin yang menolak ajarannya di berbagai daerah. Menurut Muhammad bin Abdul Wahhab, dakwahnya adalah seperti dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad Saw dan peperangannya melawan kaum muslimin adalah seperti jihadnya Nabi Muhammad melawan kaum kafir Quraisy yang tidak mau mengakui kerasulan Nabi Muhamamad Saw.

Dan pada intinya peperangan, penjarahan dan pembunuhan yang dilakukan Muhammad bin Abdul wahhab kepada kaum muslimin yang menolak ajarannya, terjadi hanya akibat pemahaman yang sempit dan kaku tentang beberapa ayat dan hadits. Sebagaimana nanti akan dibuktikan dengan adanya hujjah-hujjah para ulama saat itu tentang pemahaman sempit Muhammad bin Abdul Wahhab terlebih hujjah dari saudaranya sendiri yaitu Syaikh Sulaiman yang lebih memngenal dan memahami karakter dan pemahaman Muhammad bin Abdul Wahhab.

Simak penuturan tulus dalam kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh para ulama wahabi sendiri yang sezaman dengan Muhammad bin Abdul wahhab dan menyaksikan semua peristiwa yang terjadi saat itu. Kali ini kami tampilkan refrensi dari dua kitab sejarah karya ulama wahabi yaitu Tarikh Najd karya syaikh Husain bin Ghannam seorang ulama yang sangat mencintai syaikhnya yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab hingga ia rela meninggalkan rumah dan sanak familinya demi mengikuti gurunya tersebut. Yang kedua kitab Unwan Al-Majd karya Syaikh Utsman bin Bisyr yang mengalami masa-masa perang saat itu dan dinilai sebagai sandaran sejarah oleh ulama wahabi bahkan telah direkomendasikan oleh pihak kerajaan Saudi dan kitab tersebut telah ditahqiq pula oleh Abdurrahman bin Abdul Lathif cucu Muhammad bin Abdul Wahhab.

(Kondisi umat Muslim sebelum dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab)

Dalam kitab Tarikh Najd, Ibn Ghannam menyebutkan kondisi kaum muslimin sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab berdakwah sebagai berikut :



“ Keadaan kaum muslimin sebelum tegaknya dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Konon mayoritas umat muslim di kurun 12 Hijriah telah jatuh pada kesyirikan dan kembali pada kejahiliaan. Telah padam cahaya petunjuk dalam diri mereka akibat kebodohan yang mendominasi mereka dan telah dikuasai oleh hawa nafsu dan kesesatan. Maka mayoritas kaum muslimin itu telah mencampakkan kitab Allah ke punggung mereka, mengikuti apa yang dilakukan datuk-datuk mereka dari kesesatan. Mayoritas kaum muslimin itu menyangka datuk mereka lebih mengetahui kebenaran dan lebih mengetahui jalan kebenaran “ (Tarikh Najd : 13)

Catatan :

Kaum wahabi mengatakan bahwa mayoritas kaum muslimin sebelum kedatangan dakwahnya Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan banyak kesyirikan dan kembali pada perbuatan jahiliyyah.

Yang wahabi maksud dengan kesyirikan adalah berziarah kepada makam-makam orang-orang shalih dan bertawassul kepada para nabi dan orang shalih baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Lihat bagaimana kaum wahabi begitu berani memvonis demikian, padahal saat itu banyak para ulama yang melakukan perbuatan-perbuatan tersebut dan juga tidak menysirikkan kaum muslimin yang melakukan hal itu.

Wahabi memvonis mayoritas umat muslim saat itu musyrik dan para datuk-datuk kaum muslimin tidak luput dari vonis syirik mereka. Dari tahun ketahun sebelum kedatangan Muhammad bin Abdul wahhab, mayoritas kaum muslimin dianggap musyrik oleh wahabi sebagaimana bukti pengakuan ibn ghonnam di atas.

(Seluruh negeri kaum muslimin tersesat)

Dan pada halaman berikutnya Ibn Ghannam lebih berani lagi memvonis sesat kepada seluruh negeri muslim :



“ Dan sungguh kesesatan ini telah menyebar luas dan menyeluruh kepada negeri-negeri kaum muslimin “ (Tarikh Najd : 14)

Catatan :

Kalimat ‘AMMA bermakna merata dan menyeluruh ditambah kalimat KAAFFAH sebagai keadaan yang bermakna mencangkup secara keseluruhan.

Artinya sebelum kedatangan dakwah Muhamamad bin Abdul Wahhab seluruh negeri kaum muslimin telah musyrik dan sesat tanpa terkecuali dan hanya golongan wahabi yang bertauhid. Naudzub billahi min syarri haaulaika..

Pada halaman-halaman berikutnya, Ibn Ghannam lebih memerinci kesyirkan dan keseatan yang dilakukan di bebrapa daerah di antaranya kota Makkah al-Mukarromah, Madinah, Dar’iyyah, Jeddah, Mesir, Bashrah, Iraq, Yaman, Hadramaut, Syahr, Adn, Najran, Halb, Syam, Bahrain, dan lainnya. Dengan enteng dan beraninya Ibn Ghnannam memvonis mayoritas penduduk-penduduk yang disebutkan itu dengan musyrik, sesat dan ahlul bid’ah. 

Kaum wahabi benar-benar menganggap seluruh kaum muslimin saat itu diseluruh belahan dunia telah musyrik dan sesat dan hanyalah kelompok wahabilah yang benar.
Kaum wahabi bukan hanya memvonis syirik dan sesat kepada kaum awam muslimin saja saat itu, tapi mereka juga memvonis syirik bahkan kafir kepada para ulamanya :



“ Maka renungkanlah apa yang disebutkan imam ini (Muhammad bin Abdul wahhab) tersebut dari berbagai macam kesyirikan besar (menyebabkan murtad) yang terjadi di zaman beliau yang dilakukan orang-orang yang mengaku ma’rifah dan din (ulama) dan dari orang-orang yang menyandang fatwa (Mufti) dan kepenguasaan (penguasa). Akan tetapi syaikh telah memperingatkan mereka atas yang demikian dan menjelaskan bahwa ini termasuk kesyirikan yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Maka sadarlah orang yang mau menerima peringatan itu, berrtaubat pada Allah dan mengetahui kesyirikan, kesesatan dan penolakan kebenaran yang terjadi “ (Tarikh Najd : 69)

(Mengahncurkan kubah makam para sahabat dan orang shalih)

Ketika Muhammad bin Abdul Wahhab bertemu dengan Utsman bin Mu’ammir di Uyainah yang juga seorang hakim di sana, ia mulai melancarkan dakwahnya dengan dibantu Utsman. Saat itulah ia mulai berani melancarkan aksinya membongkar semua kubah makam para sahabat dan orang-orang shalih dengan alasan memusnahkan wasilah kesyirikan di antaranya kubah makam Zaid bin Khaththab.

Kecaman dan kutukan para ulama, para hakim dan kaum muslimin, atas tindakan keji Muhammad bin Abdul Wahhab

Perbuatan Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut mendapat kecaman dari kaum muslimin. Maka kaum muslimin melaporkan hal itu kepada para ulama, mereka menulis surat pengaduan dari peristiwa itu kepada para ulama Ahsa, Bashrah dan Haramain. Para ulama pun mengutuk perbuatan Muhamamd bin Abdul Wahhab tersebut dan menjelaskan perbuatan nista itu secara ilmiyyah melalui risalah-risalah yang ditulis para ulama tersbut. Para hakim dan penguasa negeri lainnya pun turut mengecam dan mengutuk apa yang telah dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut.

Kisah ini pun diakui oleh Ibn Ghannam dalam Tarikh Najdnya berikut :







“ …Maka kaum muslimin menulis surat kepada ulama Ahsa, Bashrah dan Haramain, kaum muslimin dan para ulama berkomplot memusuhi Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka membela dan menolong lah orang-orang batil dan sesat dari ulama negeri-negeri tersebut.  Mereka mengarang sebuah tulisan-tulisan di dalam mebid’ahkan dan menyesatkan perbuatan syaikh dan dianggapa telah merubah syare’at dan sunnah, menejlaskan kebodohan dan kedunguan syaikh. Maka tertipulah kalangan khusus dan umumnya, terlebih kalangan para penguasa dan hakim, mereka mengaku bahwa syaikh dan pengikutnya tidak memiliki perjanjian keamanan karena menolak sunnah dan merubah hokum agama. Memperingatkan para hakim lainnya dari syaikh. Mereka mngira bahwa syaikh akan mempengaruhi hati orang-orang bodoh dan rakyat jelata dan menxesatkan mereka dengan cara pandangnya sehingga nanti akan mnyebabkan mereka memberontak pada para hakim dan penguasa dan menampakkan ketidak patuhan “. (Tarikh Najd : 85)

Catatan :

Dengan mempengaruhi Utsman, Muhammad bin Abdul wahhab melancarkan angan-angannya untuk menghancurkan kubah-kubah makam para sahabat dan orang shalih dengan cara pandangnya yang sempit yang menyimpulkan vonis syirik pada kaum muslimin yang datang pada makam-makam tersebut. Ia menuduh kaum muslimin yang berziarah ke makam-makam para sahabat dan orang shalih, telah meminta hajat kepada mayat-mayat tersebut dan memvonisnya telah melakukan syirik akbar yang mengeluarkan mereka dari agama Islam alias murtad.

Para ulama dari banyak negeri saat itu telah mengecam dan mengutuk perbuatan Muhammad tersebut, mengklarifikasi dan menjelaskan secara ilmiyyah melalui risalah maupun kitab atas pandangan sempitnya.

Kembalinya Utsman bin Mu’ammir dari paham Muhammad bin Abdul Wahhab kepada ajaran Ahlus sunnah.

Pada awalnya Hakim Utsman bin Mu’ammir terpengaruh oleh doktrin Muhamamd bin Abdul Wahhab. Kemudian setelah banyak para ulama menasehati dan menjelaskan kesesatan ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab, terlebih setelah Utsman membaca kitab saudara Muhamamd bin Abdul Wahhab yaitu syaikh Sulaiman yang lebih paham dan mengerti karakter dan pikiran Muhammad bin Abdul Wahhab, maka Ustman sadar dan kembali pada ajaran mayoritas yaitu Ahlus sunnah waljama’ah.

Hal ini diakui oleh Ibn Ghannam dalam kitab Tarikh Najdnya berikut :



“ Ketika datang kitab Sulaiman kepada Utsman, maka Ustman meragukan Muhammad bin Abdul Wahhab dan lebih mendahulukan dunia daripada agama. Dan ia memerintahkan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk keluar meninggalkan Uyainah “.  (Tarikh Najd : 86)

 Tewasnya Utsman bin Mu’ammir oleh pihak Muhammad bin Abdul Wahhab.

Utsman bin Mu’ammir mulai menyadarkan pengikutnya untuk meninggalkan paham Muhammad bin Abdul Wahhab dan kembali pada ajaran mayoritas saat itu yaitu Ahlus sunah waljama’ah. Maka banyaklah yang taubat dan sadar berkat perjuangan Utsman menyadarkan kembali rakyatnya tsb.     

Sebab ini pulalah Utsman bin Mu’ammir tewas dibunuh oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.  Sebagaimana direkam oleh Ibn Ghannam dalam Tarikh Najdnya pada cetakan pertama yang masih belum dirubah berikut :



فلما تحقق المسلمون من ذلك تعاهدوا على قتله بعد انتهائه من صلاة الجمعة، وقتلناه وهو في مصلاه بالمسجد في رجب 1163


" Ketika kaum msulimin mengetahui pengkhianatan dan kekafiran Utsman, maka mereka berencana untuk membunuhnya setelah selesai sholat jum’atnya. Maka kami membunuhnya dan Utsman masih di tempat sholatnya di dalam masjid di bulan Rajab tahun 1163 H “ (Tarikh Najd : 97)

Pada cetakan-cetakan berikutnya terutama dalam bentuk pdf, redaksi tersebut dirubah oleh wahabi sedikit namun tetap menunjukkan kekejaman Muhammad bin Abdul wahhab dan para pengikutnya. Berikut redaksi yang dirubah :



“ Ketika umat Islam mengetahui hal itu (pengkhianatan Utsman), maka beberapa orang berencana untuk membunuhnya di antaranya Hamd bin Rasyid dan Ibrahim bin Zaid. Maka ketika selesai sholat jum’at, mereka membunuh Utsman di tempat sholatnya di dalam masjid di bulan Rajab tahun 1163 H “
(Tarikh Najd : 103)

Catatan :

Begitu kejamnya Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya sehingga Utsman seorang Hakim Uyainah tewas dibunuhnya karena dianggap telah mengkhianati dan memprofokasi umat muslim untuk tidak mengikuti ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab.
Tanpa mengindahkan kalimat suci syahadat di lisan Utsman dan dengan pemikiran sempitnya, Muhammad bin Abdul Wahhab dengan mudahnya membunuh Utsman. Apalagi pembunuhan itu dilakukan di dalam masjid dan masih di tempat sholatnya , setelah melakukan sholat jum’at di bulan Rajab.

Wafat sebagai syahid, dalam keadaan mulia, di tempat yang mulia, di hari yang mulia dan di bulan yang mulia.

Peperangan Muhammmad dan raja Saud kepada kaum muslimin

Kemudian setelah Muhammad mendapat dukungan dari raja Muhamamd Saud, mulailah menabuh genderang untuk memerangi kaum muslimin dan para ulama serta para penguasa yang menentang dan menolak ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab dengan alasan jihad melawan kemungkaran dan kesyirikan yang menyebabkan mayoritas kaum muslimin murtad dan patut untuk diperangi.

Disebutkan dalam kitab Unwan Al-Majd :





“ Kemudian syaikh memerintahkan untuk jihad melawan orang-orang yang memusuhi ahli tauhid, dan memotifasi mereka, maka semua pengikutnya pun mentaati perintahnya…” (Unwan Al-Majd : 44)

Catatan :

Muhammad bin Abdul Wahhab memproklamasikan perang melawan kaum muslimin yang enggan dan menolak ajarannya dengan dalih jihad. Ia menyamakan kedudukan kaum muslimin yang menentang ajarannya dengan kedudukan kaum kafir yang menentang Islam.  Naudzu billahi min dzaalik, sekali lagi mereka bukan berperang melawan kaum kafir yang benar-benar memusuhi Islam, tapi sebaliknya mereka menghunuskan pedang dan memuntahkan peluru kepada kaum muslimin yang tidak mau mengikuti paham mereka. 



59 komentar:

  1. sangat bermanfaat untuk menambah wawasan....terima kasih.

    BalasHapus
  2. nah kalo muhammad bin abdul wahab yg salah, trus yg diperangi tsb memang benar, kenapa justru muhammad bin abdul wahab yg menang? apakah mereka tdk mendapat pertolongan dari Allah? atau justru memang Allah yg berpihak kpd muhammad bin abdul wahab?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendapat anda sama saja begini :

      "Jika Israel adalah yg salah, terus yg diperangi/dijajah(rakyat Palestina) tsb memang benar, kenapa justru Israel yg menang ? Apakah mereka (rakyat Palestina) tdk mendapat pertolongan dari Allah ? Atau justru memang Allah yg berpihak kpd Israel ?"



      Hapus
    2. Kasian pak Imam... kalah menang kok dijadikan standar kebenaran... :D

      Di suriyah, pemberontak wahhabi kalah dengan pemerintah syiah. Apa nt akan mengatakan, ooo berarti syiah yg benar dan wahhabi salah... begitukah pak imam??? :D

      Hapus
    3. Syiah paling demen lihat kalian ribut

      Hapus
  3. Apa menang perang itu jadi ukuran kebenaran??

    berapa kali Nabi dan sahabat kalah perang ??


    Hujjahnya lucu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismillah.setiap kata ada balasannya.
      setiap kata yang tertulis bisa membawa keselamatan pd diri ato sebaliknya,membawa kecelakaan yg besar.
      setiap dakwah yg haq mndapat pahala krn org yg turut mengamalkannya,setiap dakwah pd kesesatan,akan memikul dosa yg turut mengamalkannya,lihatlah...siapa saja org2 yg dibelkangmu..bgm akhlaq mereka??bgm cara ssholat mereka??ibadah mereka?? dan siapakah yg mengikuti dakwah org yg engkau cela??? bgm ibadah mereka kepada ALLAH RABBUNA JALLA WA'ALA ??? mana yg lebih baik??

      Hapus
    2. Sayangnya anda termasuk salah satu orang yang hebat dalam mengakaburkan fakta.
      Fakta ini yg anda katakan tak terbantahkan ???

      Iya, fakta yang menunjukkan pengkaburan oleh seorang santri aswaja.

      Kenapa tidak anda nukilkan saja penjelasan Ibnu Bisyr dalam kitabnya Unwan Al Majd 1/160 ?
      Kenapa tidak anda nukilkan pula penjelasan Ibnu Ghannam dalam kitabnya Taariikh Najd 103 ?

      Bukankah jelas dstu pertolongan utsman dan wala'nya kepada ahlul batil, bahkan mengirim surat kepada Ibnu Suwaith dan Ibrahim bin Sulaiman, pemimpin kota Tsarmad yang murtad utk menjalankan tekadnya mencelakakan kaum muslimin ?

      Hapus
    3. Abu Fauzan: Kenapa nt kagak membantah fakta ini saja? kenapa nt malah cuma ngeles???

      Hapus
  4. Wah wah ada yang kebakaran kumis nih wkwkwkw

    BalasHapus
  5. assalamu 'alaikum,izin copas,,,

    BalasHapus
  6. Abu Fauzan : makanya om baca sjerah dgn hati yg jernih.

    Faktanya sudah jelas ustman berlepas diri dan merujuk dr paham muh bin abdul wahab krna mndpt nasehat dr ulama ahlu sunnah, nah oleh muh bin abdul wahab ini diangap pngkhianatan.
    Jelas kan?

    BalasHapus
  7. sudah Muthlak Kedatangan/kemunculannya (Kaum Wahhabisme) membuat Resah berbagai Kalangan, baik Kalangan Muslim, ataupun kalangan Non Muslim, baik yang Kafir, ataupun yang tidak Kafir.

    "Dan Keselamatanlah bagi Orang-orang yang mengikuti Ajaran Syeikh Muhammad Bin Abdul Wahhab, Maka Celakalah bagi mereka Orang-orang yang menentangnya".

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Dan Keselamatanlah bagi Orang-orang yang mengikuti Ajaran Syeikh Muhammad Bin Abdul Wahhab, Maka Celakalah bagi mereka Orang-orang yang menentangnya".

      Ouwh, syahadat yang sarkasme

      Hapus
    2. Arab Saudi yg katanya wahabi gue lihat kok fine2 aj,baik baik aj sama muslim yg lain, tidak takfiri, menjaga makam rosulullah saw dan sahabat dg baik dan tentu akidahnya juga lurus. Makanya gue sangat heran mengapa banyak orang benci dengan wahabi...apa gara2 sering di kritisi amalanya?

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Secara sejarah wahabi telah muncul pada kurun kedua (2) Hijriyah. Pada waktu itu ada sekte khawarij abadhy (khawarij yang berpemikiran ekstrim) yang dipimpin oleh Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum. Abdul Wahhab bin Abdurrahman adalah anak dari Abdurrahman bin Rustum sang pendiri negara khawarij Rustumiyah, dan Abdul Wahab pun mewarisi kekuasaan bapaknya dan pemikirannya. Sekte ini muncul di Maroko Afrika Utara. Sehingga para ulama setempat khusunya dan ulama yang lain menjuluki mereka dengan Wahabi atau Wahabiyah.
      Lalu kenapa akhir-akhir ini, atau semenjak 2-3 kurun yang lalu gelar dan nama ini disematkan kerpada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab?? Yang notabene beliau hidup pada kurun ke 11 hijriyah?? Dan beliau tidak punya pemikiran khwarij?? Bahkan beliau adalah pembela tauhid.
      jadi ada kesalahan dalam pemahaman mengenai wahabi.... jadi aneh kalo Syeihk Muhammad bin Abdul wahab dibilang pendiri wahabi, karena wahabi itu merupakan nisbat dari abdul wahab bin Abdurahman bin rustum...

      Hapus
  8. .....pengkaburan sejarah bisa dilakukan siapa saja, saya yakin tujuan para ulama yang ingin meluruskan aqidah umat islam pasti banyak mendapat pertentangan termasuk dari para ulama yang sudah eksis, bahkan dari para pengikutnya sendiri yang ingin mencari keuntungan diri sendiri membelokkan tujuan utama beliau dengan meng atas namakan nama beliau...
    Sesungguhnya hanya AllahSWT yang mengetahui segala sesuatu...termasuk sejarah yang ditulis ini...apakah bisa dijamin 100% benar ? tentu saja tidak....hanya Allah SWT yang tahu kebenarannya atau keslahannya
    Berhati-hatilah saudaraku muslimin, jangan percaya begitu saja dengan kitab tarikh belum tentu yang di tulis merupakan hal yang sebenarnya...
    Dan kita jangan menambah kisruh dan menambah fitnah yang dilakukan orang2 yang memusuhi Islam...

    BalasHapus
  9. anehnya kok gak ada penjelasan si hambal goblok itu beradu argumen sama ulama ahlisunah yah,,,,
    ada gak min,,,dalam kitab2 wahabi?
    mungkin argumen mereka selalu kalah kali ya,,,jadi takut jadi bumerang buat mereka jadi mereka berdakwah dengan cara kekerasan,,,,bukan dengan berargument yg bisa diterima orang islam ahlisunah,,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya namanya juga sekumpulan org2 goblok jadi ya mau gimana gitu..

      Hapus
  10. muhammad bin abdul wahab yang anda maksud itu ..LAHIR TAHUN BERAPA..? TOLONG DI JELASKAN !

    BalasHapus
  11. Umat islam tidak akan pernah menang melawan yahudi dan kawan - kawanya sebelum membersihkan dirinya sendiri dari syiah, salafiwahabi dan sekte sesat lain nya,'

    BalasHapus
  12. kita berlindung kepada Allah Swt untuk di jauhkan dari paham wahabi dan sekutunya...syukron akhi

    BalasHapus
  13. Makasih gan udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    bisnistiket.co.id

    BalasHapus
  14. Subhanallah, sungguh padat berisi artikel ini


    BalasHapus
  15. Allah berfirman,

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

    "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". [Al Hujurat : 6].

    (Untuk para pembaca yang terpukau dengan artikel ini)

    BalasHapus
  16. gwa pengen nanya sama mimin neh.... sebenarnya inti dari ajaran wahhabi apa seh ? .... inti nya ya min...tlng bales ya mimin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ajaran wahabi itu kembali kepada Al Quran dan hadist,..tapi sayang mereka menelan mentah2 isi Al Quran dan Hadist ,..jadi terlalu mudah menganggap muslim diluar mereka itu kafir,syirik,bid'ah,..yg ada diotak mereka itu cuma sunnah atau bid'ah

      Hapus
  17. Bukankah kata dan cercaan wahabi sudah ada sebelum abdul wahab lahir??? Wahaby itu siapa???

    BalasHapus
  18. Muhammad bin abdul wahab, kalo beliau mendirikan sebuah organisasi atau sekte atau apalah itu, mungkin namanya bukan wahabi, tapi muhammadiyyah, karena penisbatan kepada namanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Madzhab hanbali, pendirinya ahmad bin hanbal... jadi harusnya madzhab ahmad, gitu???

      Hapus
  19. itu berarti penisbatan wahabi kepada Muhammad bin abdul wahab tidak tepat.
    kalo begitu siapa itu wahabi?
    wahabi sebenarnya dinisbatkan kepada adalah ‘Abdul Wahhab bin ‘Abdirrahman bin Rustum Al-Khariji Al-Abadhi (wafat tahun 197 H)

    Dialah orang khawarij yang sesat, dan para ulamapun, termasuk Imam Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi (wafat tahun 914 H) dan Imam Ali bin Muhammad Al-Lakhmi (wafat tahun 478 H) telah bersepakat bahwa dia adalah sesat, karena telah menyimpang dari ajaran Islam yang lurus.
    -Mustahil ulama yang hidup pada abad ke 11 H (yaitu Muhammad bin ‘Abdul Wahhab) dituduh sesat oleh Ulama yang meninggal pada akhir abad ke-1 dan ke-9 H-
    (Al-Faradbil, Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya)
    Sekarang kita tahu kan siapa WAHABI itu?
    Bukan Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, yang selalu dikaitkan dengan PERSIS dan SALAFI, tetapi ‘Abdul Wahhab bin ‘Abdirrahman bin Rustum Al-Khariji Al-Abadhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woi mimin dimari pun g dongo2 amat x, yg anda maksud adlh wahbiyyah sedangkan yg mimin tulis dimari wahabiyyah... ya ada kesamaan sih dr keduanya, sama2 khawarij dan sempalan.
      Cuman wahabiyah lebih menjual dan mudah mengelabui awam karena pny semboyan "kembali kpd alquran dan sunnah" tp nyimpangnya menurut pemahaman masing2...

      Hapus
  20. Jadi SESATkah Salafi? tergantung. jika mereka tidak berpedoman kepada Al-Quran dan As-Sunnah (yakni hadits shahih dan hasan), maka mereka bisa dikatakan sesat, tapi jika sebaliknya, berpedoman kepada Al-Quran dan as-Sunnah, tidak mungkin kita katakan bahwa mereka sesat.

    BalasHapus
  21. monggo jangan lupa saksikan pula video ini : https://www.youtube.com/watch?v=3TSdj81s2q8

    BalasHapus
  22. www.youtube.com/watch?v=3TSdj81s2q8

    BalasHapus
  23. kepada yang terhormat penulis saudari kita Shofiyyah An-Nuuriyyah,mohon lebih teliti lagi dalam menyampaikan sejarah yang benar tentang syaikh muhammad 'abdul wahhab
    kalau ada kesalahan maka akan fatal bagi para pembaca
    dan kalau itu masih dibaca terus sampai penulis sudah meninggal mislkan,bisa jadi akan terus mendapatkan dosanya.
    Jadi,marilah kita dengan lapang dada menerima kebenaran,bukan dengan hawa nafsu,karena nafsu senantiasa mengarahkan kepada kejelekan.Mohon maaf,jika ada kata2 yang tidak berkenan.

    BalasHapus
  24. Yang ragu dgn wahabi nonton trans 7 tentang seykh abdulwahab aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trans 7 sudah dsusupi wahabi sudah lama, sudah pasti sejarahnya pun pakai versi wahabi bkn mengutip fakta...

      Hapus
  25. Bismillah..
    Pada saat dajjal muncul akan terjadi perang besar dan perang itu bukan antara wahabi vs ahlus sunnah,bukan pula vs syiah,tetapi Islam vs Yahudi,trus aj kalian ribut perkara furu' yg harus menjadi ushul disitu kekalahan kita sebagai umat Islam.Islam itu syahadat,sholat,puasa,zakat,haji bagi yg mampu itu tiangnya gak peduli wahabi kurang luwes dlm penafsiran yg penting dia syahadat dan tak melenceng dari Al Qur'an dan Al Hadist dia sodara seiman kita,beda dg Syiah yg Islamnya ada penambahan dan pengurangan.....lebih dewasalah wahai umat Islam,dewasalah wahai sodaraku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak baca surat at taubah di alqur'an ya, sudah jelaskan bila kaum itu bersembahyang dan melakukan zakat maka kaum tsb masih seagama dan berilah jalan pada mereka.

      Hapus
  26. Shofiyyah An-Nuuriyyah: tulisan ini akan di pertanggung jawabkan dunia dan akhirat,

    BalasHapus
  27. SUBHANALLOH...................ingatlah pad pesan terakhir sang nabi, bahwa sipa yang tidak ingin tersesat di akhir zaman maka berpegang teguhlah pada dua pusaka islam( al qur an dan al hadits). marilah koreksi diri sebelum menyalahkan orang lain karena kebenaran dalam islam tidak di ukur dari seberapa kuat, hebat dan berkuasanya....tp ukuran kita adlh apa yng telah di wahyukan kpda nabi dan apa yang di syiarkan oleh beliau.

    BalasHapus
  28. Assalamu 'alaikum warohmatulloh

    Saya orang awam dan bingung, sepanjang yang saya baca dari beberapa terjemahan kitab hadits (jujur saya nggak bisa ngartiin dari kitab yang berbahasa arab dan saya juga nggak mau sok pinter) saya belum pernah menemukan tindakan nabi yang menyuruh membunuh orang yang sudah bersyahadat, sholat, puasa, zakat dan haji kalau mampu, kalau ada orang yang melakukan tindakan yang tidak dilakukan oleh nabi apa bukankah ini termasuk bid'ah?

    BalasHapus
  29. Untuk yang masih kena tipu tentang Wahhabiyyah Rustumiyyah, silahkan baca link dibawah ini :


    https://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/05/06/dongeng-rustumiyyah/

    BalasHapus
  30. Saudaraka ku Islam itu damai. Maksud saya, selain bisa menentramkan diri juga dapat menentramkan sesama. Apapun agamanya, bagaimana pun pemahamannnya. Hindari tindakan anarkhis. Mari kita berjuang untuk menginformasikan dan terus berdakwah menyampaikan kebenaran. Semoga pemimpin2 kita diberi kesalehan sehingga tak larut dalam kedzaliman. Amien...

    BalasHapus
  31. Islam itu, hablum minallah, hablum minannas, hablum minallah intinya taqwa, hablum minannas, intinya menebar kebaikan sesama manusia, bukan membunuh seenaknya, bahkwn non muslim yg tdk memusuhi islampun harus dijaga kehormatannya, konon pula sesama muslim. Islqm bukan ajaran barbar, membunuh seenaknya, sperti yg dilakukan kaum ISIS sama dengan perlakuan kaum wahabi.

    BalasHapus
  32. Saya sih muslim..tidak ikut aliran2 tertentu..Slama ada dalil atau ajaran dari Al Quran dan hadist ya no problem..klo ada yang tidak diajarkan spesifik tapi tidak dilarang ya no problem..
    Menutur gua, segala sesuatu bisa dilihat dari perbuatannya..
    Orang2 yang berpegang kepada Al Quran dan Sunnah pasti orang yang menghalalkan dan mengharamkan apa yang sudah di halalkan dan diharamkan Allah SWT.. :D
    Nah mengenai istilah wahabi..itu setahu saya wahabi tulen yg asli itu yang di maroko yg membolehkan buka aurat wanita, tidak usah haji dan lain2..(darisini udah jelas kan sesatnya wahabi)..sama aja kayak nabi palsu dijaman Rosulullah Muhammad saw yang membolehkan seks bebas dan lain2..
    Klo menurur logika dan hati gua sih..harusnya Arab Saudi tidak bisa disebut sebagai Wahabi..karna pertama klo skolah kesana pasti ga bakal denger istilah wahabi disana..bahkan Syekh Ali Jaber aja baru denger istilah wahabi di Indonesia..
    Kedua, ya karna wahabi yg tulen itu udah lama mati sbelum muhammad bin abdul wahab lahir..
    Trus dilihat saja, apakah Ajaran2 Islam di Arab Saudi itu baik atau buruk..mengajarkan kekerasan atau mengkafirkan muslim lain?? Rasanya yang gitu itu golongan Syiah yang suka mengkafirkan sahabat dan keluarga Rosul..
    Nah berhubung2 orang2 Indonesia yang sekolah ke Arab Saudi itu bilang klo mereka malah diajari fokus pada ibadah dan kajian2 yang baik..
    Trus kenapa ada aja orang Indonesia yg nyebut wahabi2 ke Arab Saudi.. -_-
    Sudah jelas klo wahabi yg difatwakan sesat itu yang di maroko, jadi jangan fitnah2 orang muslim...lihat perilakunya saja..manusia beda2..ada yang fasik, munafik, kafir, dan ada juga yang muslim yang bener2 mukmin..
    Takutlah kepada Allah karna dosa fitnah itu berat..dan Ustad2 dari Arab saudi itu aja membolehkan maulid Nabi, halal bi Halal dan kegiatan2 lain yang disebut2 bidah..trus dimana wahabinya??
    Soalnya saya senang dengar ceramah2 agama dai2 muda yang sekolah di Arab sana..Mereka tegas dan juga fleksibel jadi ga bingung..

    BalasHapus
  33. Jadi saran saya..daripada anda2 sekalian pusing sama perdebatan atau hasutan orang ngaku muslim..ya ibarat seperti khawarij yang udah terkenal dari dulu suka menyusup trus membuat tuduhan2 palsu dan perang seperti ketika di jaman Ali bin Abu Thalib..
    Jadilah muslim yang bener2 obyektif..
    Dan taat saja kepada perintah2 Allah..
    Klo ada yang nyembah kuburan, ya dinasihatin, klo ada yang suka pamer susu gratis ya dinasehatin, klo ada yang suka kawin kontrak ya dinasihatin saja dan jangan dibiarkan mempengaruhi diri ini..orang Islam jelas shalat, puasa, zakat, haji, dan mematuhi perintah2 Allah dan sunnah2 dari Rosulullah saw dan sahabat2 beliau..
    Sekiranya daripada mefitnah2 atau menjelek2kan muslim lain yang belum tentu jelek..Baiknya kita ibadah semakin ditingkatkan(perbanyak dzikir, shalat sunnah, puasa daud dan lain2)..
    Klo ketemu orang ngaku Islam tapi sesat, justru harus kita nasihati dan hindari..Sesat itu ya kayak aliran2 tidak mewajibkan shalat wajib, menghalalkan hutang berbunga, atau bahkan sampai nabi baru, atau suka mengkafirkan2 sahabat2 rosul atau muslim lain bahkan menghalalkan hal2 yang diharamkan seperti kawin kontrak, atau curi istri orang..
    Perlu kita ingat bahwa muslim yang masuk surga itu hanya ada 1 jenis dan yang benar2 mengamalkan Al Quran dan Sunnah2..Jadi jangan buat2 golongan hanya karna masalah sepele..misal menjudge aliran dengan sebutan aliran cingkrang atau aliran clana yang pas di mata kaki..kan hadist2nya jelas..
    Muslim itu harus bersatu, dan jangan terpecah2 ormas(organisasi masyarakat) atau golongan2..Musuh kita sudah jelas klo Iblis dan Setan..yang akan menggoda kita secara langsung atau melalui orang lain..
    Jadilah muslim yang artinya tunduk kepada Allah..
    Bgitulah nasihat2 yang saya peroleh dari ustad2 lulusan Arab maupun yang lokal..
    Dan Arab Saudi itu negara paling baik di Dunia saat ini dengan segala kekurangannya..
    Janganlah iri, dengki, atau berprangsangka buruk..
    Jadi sudah jelas mana wahabi yang tulen(yg di maroko sbeelum muhammad bin abdul wahab lahir), dan mana kaum yang suka menggolong2kan dan memecah muslim dengan berbagai kesesatan (kaum iblis dan setan)..
    Yuk ngafalin Quran dan ibadah dengan ikhlas demi Allah dan menjauhi paham2 yang dapat merusak ajaran Allah..dan biarkan lah umat agama lain beribadah sesuai agamanya dan jangan kita malah ikut2an..heheh..

    BalasHapus
  34. Cita2 gua sih amal amal ibadah smakin hari smakin baik..sukses didunia dan di akhirat..jalani pekerjaan dan ibadah sebaik mungkin..
    Dan klo bisa pensiun di Makkah atau Madina..jadi biar bisa dapat pahala2 berlipat2 dari shalat di masjib2 suci disana..
    Ga ada pajak dan harga barang2 murah2 disana, ga kayak Indonesia..
    Lahir bisa dimana aja yang penting masuk Islam, jadi muslim yang baik, dan nunggu mati masuk surga..enak kan.. :D
    Yang suka mefitnah atau pendusta bahkan munafik2, sekiranya jangan mengganggu kaum muslim..Ibaratnya supaya siksaan neraka tidak semakin dasyat.. Kan lebih baik ditusuk 1 jarum per detik daripada 1000 jarum per detik..kurangi dosa sebanyak mungkin.. :D
    DAN SMOGA KEDATANGAN RAJA SALMAN dan Pertukaran2 ulama bisa memberi manfaat supaya Indonesia jadi negara yang adem untuk smua agama dan tidak saling mengganggu dalam ibadah..
    Wassalamualaikum warahmatullah wabbarokatuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raja salman kemari buat jual saham aramco atw pertaminanya arab saudi, g ada hubungannya dgn agama. Selebihnya ke bali bwt liburan...

      Hapus