Kamis, 07 Maret 2013

BUKTI PENYIMPANGAN AKIDAH WAHHABI-SALAFI..!!!

Sedikit saya buktikan bahwa akidah wahhabi bukanlah akidah yang dibawa oleh Rasulullah Sw, ajaran wahhabi-salafi bukanlah ajaran Islam. Mereka sangat jauh menyempal dari ajaran Ahlus sunnah waljama'ah, sangat jauh meluncur bagaikan anak panah yang meluncur dari busurnya dan tak kan kembali lagi.

Dalam kesempatan ini, saya tidak menampilkan puluhan bukti yang ada dalam dokumen saya, tapi cukup sedikit ini akan menjadi bukti penyimpangan akidah wahhabi dari akidah ulama salaf shaleh yang sesungguhnya.

Semoga wahhabi dan para korban doktrin wahhabi mau merenungi hal ini, buka hati kalian, tundukkan sayap kesombongan kalian, mohonlah petunjuk kepada-Nya yang menciptakan petunjuk kebenaran, semoga data dan bukti ini mampu membuka kesadaran hati kalian untuk memikirkan kembali ajaran yang selama ini kalian pegang dan taqlidi...semoga sedikit mmebuka pencerahan untuk kalian, dan semoga Allah memberi petunjuk kebenaran untuk aku dan kalian..

Ibnu Utsaimin (salah satu ulama wahabi dan anggota fatwa Saudi) mengatakan dalam kitab Syarh Aqidah Thahawiyyahnya berikut :


" Sesungguhnya tidak mungkin terjadi kontradiksi antara al-Quran dan Hadits Nabi yang sah selamanya. Karena Quran dan Hadits adalah Haq / Kebenaran dan Kebenaran tidak akan terjadi Kontradiksi, karena semua dari Allah sedangkan apa yang dari Allah tidak akan terjadi kontradiksi..." (Syarh Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Ustaimin : 89)

Komenyat Shofiyyah : Saya setuju dalam hal ini dengan Ibnu Utsaimin, mungkin leih saya perjelas yaitu bahwa Akidah Islam tidak akan terjadi kontradiksi di manapun dan kapanpun, karena ini menyangkut masalah yang prinsipil di mana setiap muslim akidahnya harus sama tidak boleh berbeda atu pun berselisih. Jika berselisih, jelas yang menyelisihi itu yang salah. Sedangkan dalam masalah Furu' (bukan akidah) maka Allah mentolerir adanya perpedaan pendapat. Sebab di masa sahabat nabi pun banyak terjadi perbedaan pendapat, dan hal ini adalah rahmat bagi umat Islam sendiri.

Oke, sekarang kita masuk kepada pembuktian hal ini. Jika Akidah Wahhabi-salafi itu benar sesuai ajaran Nabi dan para sahabatnya, maka mustahil terjadi kontradiksi karna KEBENARAN tidak akan kontradiksi. Namun ternyata, ironis dan na'as sekali, saya menemukan ada sekitar 100 lebih kontradiksi wahabi dalam akidah di antara kalangan mereka sendiri. Yang jika saya beberkan semuanya niscaya dan pasti wahabi akan bingung mana yang benar dan mana yang salah. Mungkinkah akidah Nabi itu kontardiksi?? mungkinkah al-Quran itu isisnya saling kontradiksi?? Jawabannya : Tidak sama sekali. Tapi pemikiran merekalah yang sesat lagi menyesatkan. 

Kita buktikan :

Syaikh Shaleh al-Fauzan menyatakan bahwa hadits Allah itu duduk bersama Nabi Muhammad di Arsy itu sahih meskipun sulit untuk diindra. Artinya ia setuju dengan akidah yang menafsirkan ISTAWA dengan JALASA (duduk). Lihat kitab Ta'liq al-Mukhtashar 'ala Qashidah an-Nuuniyyah halaman 453 ketika ia menta'liq qasidah Ibnul Qayyim berikut :
Cover kitab :



Arti yang bergaris merah :

Sesungguhnya Allah mendudukkan Muhammad bersama di atas Arsy....Ini adalah hadits sahih walaupun sulit untuk dipikirakan sifat duduknya, maka tidaklah mengapa. (Ta'liq al-Mukhtashar 'ala Qashidah an-Nuuniyyah halaman 453).

Dalam kitab yang lainnya, Shaleh al-Fauzan mengatakan :

Cover kitab :




" Ar-Rahman beristiwa di atas Arsy " Apakah beristiwa itu bukan bermakna duduk ?? tidaklah beristiwa melainkan duduk. Ini ucapan (istiwa adalah bermakna duduk) adalah sahih tidak ada debu sedikit pun (sangat jelas) ". (Qudum kitab al-Jihad, karya syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi dan ditaqliq Shaleh al-Fauzan halaman : 101) 

Dalam kitab ini, syaikh Abdul Aziz dan Syaikh Shaleh al-Fauzan sepakat bahwa ISTIWA itu bermakna DUDUK. 

Tapi, sekali lagi, tapi......
Di kitabnya yang lain justru Shaleh al-Fauzan menyatakan bahwa tafsir ISTIWA dengan DUDUK adalah TAFSIR YANG BATHIL...perhatikan :

Cover kitab :



" Apakah Istawa bermakna Jalasa / Duduk itu termasuk takwil ? Shaleh al-Fauzan menjawab : " Ini Bathil, karena tidak ada sama sekali riwayat yang menafsirkan ISTAWA dengan JALASA (duduk) dan kami tidak mentetapkan sesuatu pun tentang Istawa ". (Lum'ah al-I'tiqad : 315)

Lihat pembaca, bagaimana syaikh Shaleh al-Fauzan yang diawal mengakui ISTAWA dengan makna JALASA (DUDUK), tapi di kitabnya yang lainj justru dia mengatakan memaknai ISTIWA dengan JULUS (DUDUK) adalah BATHIL. Subhanallah, bagaimana bisa satu pemahaman saling kontradiksi dari satu orang saja ?? apakah syaikh ibn Fauzan ini ketika berfatwa atau berpendapat tidak berpikir secara jernih atau sedang mabuk ?? saya yakin para pengikut syaikh Shaleh al-Fauzan ini dibuat bingung dengan ke plin-planan akidahnya.

Di sisi lain, ada ulama wahabi lainnya yang juga menyatakn bahwa hadits yang menunjukkan Allah JALASA / DUDUK di Arsy adalah maudhu' / palsu dan kedsutaan atas nama Nabi Saw. Yaitu syaik Albani seorang syaikh yang diklaim wahabi sbgai ahli hadits zaman skrg (padahal saya meneliti bnyak sekali mufradat / kosakata yang diartikan salah oleh Albani dalam bebrapa kitabnya ketika mengartikan sebuah isim yang gharib, suatu saat saya akan membahasnya). Perhatikan pendapat Albani berikut :

" Yang jelas, bahwasanya perhatikan dalam matannya dari kemungkaran yang ada, yaitu menisbatkan JULUS / DUDUK kepada Allah....Matan hadits itu mengandung KEPALSUAN ". (Maushu'ah al-Allamah al-Imam Mujaddid al-Ashr: Albani : 343).

Perhatikan wahai pembaca khususnya para wahabi-salafi, lihat ulama kalian saling bertolak belakang dalam masalah akidah yang merupakan pondasi Islam dan amal !! apakah AKIDAH ISLAM itu kontradiksi menurut kalian ?? Mana yang benar?? kenapa terjadi kontradiksi di kalangan wahabi sendiri dalam masalah akidah ??

Benar ucapan Ibnu Utsamin di awal bahwa " Sesungguhnya tidak mungkin terjadi kontradiksi antara al-Quran dan Hadits Nabi yang sah selamanya. Karena Quran dan Hadits adalah Haq / Kebenaran dan Kebenaran tidak akan terjadi Kontradiksi, karena semua dari Allah sedangkan apa yang dari Allah tidak akan terjadi kontradiksi..." (Syarh Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Ustaimin : 89)

Maka dengan ucapan ini, benar lah bahwa akidah wahhabi-salafi tidaklah benar karena saling kontradiksi dan bertolak belakang di antara mereka sendiri. Ini satu contoh yang baru saya tampilkan, masih ada seratus konradiksi lainnya yang saya simpan di dokumen saya. Terlebih masalah furu' / fiqih sangat banyak kontradiksi di antara mereka, bagi saya wajar kalau masalah furu' itu ada perbedaan pendapat, tapi angat tidak wajar dan tidak benar jika perbedaan pendapat itu dibumbui kata-kata membid'ahkan dan menyesatkan bahkan kata-kata binatang sesama kalangan mereka sendiri...

Inikah menurut kalian kebenaran itu ???


By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
05-02-2013




















16 komentar:

  1. sesungguhnya istiwa itu maknaya bukan bersemayam:

    وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى ءَاتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا


    “Dan setelah Musa cukup umur dan telah Istiwa` (sempurna akalnya), Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan”.” (QS. Al-Qoshosh : 14)

    di dalam ayat di atas istiwa' berati SEMPURNA:

    yang menjadi perdebatan adalah masalah ISTIWA dan 'ARSY.... padahal semua telah jelas artinya dan tidak perlu untuk ditakwil artinya....

    masalah ARSY: maknanya adalah atap berbentuk kubah, dia merupakan kubah alam semesta.
    كُنْتُ أَسْمَعُ قِرَاءَةَ رَسُوْلِ الله عَلَى عَرْشِيْ
    aku telah mendengar bacaan Rasululloh dari arsy yaitu atap rumahku,

    إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ اْلأَمْرَ مَامِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ
    Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian DIA istiwa (sempurnakan) di atas (langit dan bumi dengan) 'Arsy (kubah alam semesta). tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at.Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. 32:4)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa konsep jauh tapi dekat itu seperti membingungkan sekali ya utk mereka, sampe berdebat bertahun tahun (mungkin berabad abad) Allah ada diatas arsy atau ada dimana mana ? contohlah anda sedang nonton TV, sinetron, kalian dekat gak dengan si artis ? tapi si artis itu sendiri yg sedang syuting merasa jauh dari kalian yg menonton, padahal sebenarnya dekat, yaa kira2 begitulah dalil akal sehat semoga membantu

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  3. Gak nyambung dengan topik pembahsan om jaka sembung...

    BalasHapus
  4. ahsan topik dan pembahasanna diperbaiki sebelum disebarkan,..

    BalasHapus
  5. bagus, lanjutkan..
    sangat bermanfaat...
    salam aswaja : aliyfaizal.blogspot.com

    BalasHapus
  6. saya jg aswaja,jd sya sgt stju tntang artikel nih,good.

    BalasHapus
  7. Anda terlalu gegabah dalam menyimpulkan, lebih baik tanyakan langsung ke para ustadz salafy tentang masalah2 ini! Jangan2 anda yang tdak paham!!

    BalasHapus
  8. Perbedaan antara wali songo & wahabi. Wali songo = mengislamkan orang kafir.
    Wahabi = mengkafirkan orang islam

    BalasHapus
  9. sy suka membaca sejarah apa saja, termasuk sejarah

    kehidupan Rosululloh SAW. Beliau memiliki 8

    anak.(Postingan sy sebelumnya salah kutip dg

    menuliskan 6 anak). 4 laki2 bernama: Qosim,

    Abdullah, Tayibb dan Ibrahim (meninggal sewaktu

    masih kecil), yang empat orang perempuan, termasuk

    Fatimah.
    Ketika Nabi masih hidup, putra-putri beliau yg

    meninggal tidak satupun di TAHLIL i, kl di do'akan

    sudah pasti, karena mendo'akan orang tua,

    mendo'akan anak, mendo'akan sesama muslim amalan

    yg sangat mulia.

    Ketika NABI wafat, tdk satu sahabatpun yg TAHLILAN

    untuk NABI,
    padahal ABU BAKAR adalah mertua NABI,
    UMAR bin KHOTOB mertua NABI,
    UTSMAN bin AFFAN menantu NABI 2 kali malahan,
    ALI bin ABI THOLIB menantu NABI.
    Apakah para sahabat BODOH....,
    Apakah para sahabat menganggap NABI hewan....

    (menurut kalimat sdr sebelah)
    Apakah Utsman menantu yg durhaka.., mertua

    meninggal gk di TAHLIL kan...
    Apakah Ali bin Abi Tholib durhaka.., mertua

    meninggal gk di TAHLIL kan....
    Apakah mereka LUPA ada amalan yg sangat baik,

    yaitu TAHLIL an koq NABI wafat tdk di TAHLIL i..

    Saudaraku semua..., sesama MUSLIM...
    saya dulu suka TAHLIL an, tetapi sekarang tdk

    pernah sy lakukan. Tetapi sy tdk pernah mengatakan

    mereka yg tahlilan berati begini.. begitu dll.

    Para tetangga awalnya kaget, beberapa dr mereka

    berkata:" sak niki koq mboten nate ngrawuhi

    TAHLILAN Gus.."
    sy jawab dengan baik:"Kanjeng Nabi soho putro

    putrinipun sedo nggih mboten di TAHLILI, tapi di

    dongak ne, pas bar sholat, pas nganggur leyeh2,

    lan sakben wedal sak saget e...? Jenengan Tahlilan

    monggo..., sing penting ikhlas.., pun ngarep2

    daharan e..."
    mereka menjawab: "nggih Gus...".

    sy pernah bincang-bincang dg kyai di kampung saya,

    sy tanya, apa sebenarnya hukum TAHLIL an..?
    Dia jawab Sunnah.., tdk wajib.
    sy tanya lagi, apakah sdh pernah disampaikan

    kepada msyarakat, bahwa TAHLILAN sunnah, tdk

    wajib...??
    dia jawab gk berani menyampaikan..., takut timbul

    masalah...
    setelah bincang2 lama, sy katakan.., Jenengan

    tetap TAHLIl an silahkan, tp cobak saja

    disampaikan hukum asli TAHLIL an..., sehingga

    nanti kita di akhirat tdk dianggap menyembunyikan

    ILMU, karena takut kehilangan anggota.., wibawa

    dll.

    Untuk para Kyai..., sy yg miskin ilmu ini,

    berharap besar pada Jenengan semua...., TAHLIL an

    silahkan kl menurut Jenengan itu baik, tp sholat

    santri harus dinomor satukan..
    sy sering kunjung2 ke MASJID yg ada pondoknya.

    tentu sebagai musafir saja, rata2 sholat jama'ah

    nya menyedihkan.
    shaf nya gk rapat, antar jama'ah berjauhan, dan

    Imam rata2 gk peduli.
    selama sy kunjung2 ke Masjid2 yg ada pondoknya,

    Imam datang langsung Takbir, gk peduli tentang

    shaf...

    Untuk saudara2 salafi..., jangan terlalu keras

    dalam berpendapat...
    dari kenyataan yg sy liat, saudara2 salfi memang

    lebih konsisten.., terutama dalam sholat.., wabil

    khusus sholat jama'ah...
    tapi bukan berati kita meremehkan yg lain.., kita

    do'akan saja yg baik...
    siapa tau Alloh SWT memahamkan sudara2 kita kepada

    sunnah shahihah dengan lantaran Do'a kita....

    demikian uneg2 saya, mohon maaf kl ada yg tdk

    berkenan...
    semoga Alloh membawa Ummat Islam ini kembali ke

    jaman kejayaan Islam di jaman Nabi..., jaman

    Sahabat.., Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in
    Amin ya Robbal Alamin

    BalasHapus
  10. Pulsa murah, arti kata dari TAHLIL apa?
    Alkalamu bila nahwiyin, kattho'amu bilaa milhin. Berbicara tanpa ilmi nahwu spt makanan yg tidak pakai garam.

    BalasHapus
  11. BOHONG BESAR, kalau ada yang bilang TAHLILAN HUKUMNYA WAJIB ATAU SUNNAH. Gak ada satupun kyai yang bilang gitu...

    Tahlilan itu hanya sarana, bukan syare'at...

    BalasHapus
  12. baiknya kalo pada mau komentar itu sesuai dengan topik yg dibahas.. jangan OOT (out Of Topic).. saya yakin penulis blog ini punya segudang hujjah tentang tahlilan.. namun bukan disini tempatnya utk membahas itu..

    BalasHapus